Kebanyakan klien menganggap desainer grafis adalah seorang
penyihir yang bisa memunculkan ide-ide kreatif secara seketika, hanya
dengan mengayunkan tongkat ajaib – atau dalam hal ini menggerakkan mouse
dan memencet tombol-tombol kombinasi di keyboard. Padahal, sebagai
seorang desainer grafis, kita tahu bahwa, kenyataannya justru
sebaliknya.
Menciptakan sebuah ide desain yang orisinil sama sekali bukan sihir
yang bisa terjadi dalam hitungan detik. Proses ini mencakup seluruh
prosedur menuangkan ide kreatif yang bersumber dari otak desainer ke
dalam hasil karya akhirnya.
Nah, hal paling sulit bagi seorang desainer grafis adalah menjelaskan
proses kreatifnya di hadapan klien atau manajer proyek, sehingga mereka
bisa memahami betapa sulit dan menantangnya profesi sebagai seorang
desainer grafis. Tapi, tenang saja. Kali ini, saya akan membantu
menyampaikan apa yang sribuddies mungkin tak bisa sampaikan kepada
klien. Ya, inilah enam tahap penting dalam mengembangkan ide kreatif
yang pastinya pernah dilalui oleh Anda, dan semua desainer grafik
lainnya.
Belajar
Pembentukan ide desain dimulai dengan pembelajaran dan pemahaman yang
mendalam tentang dasar-dasar desain yang ingin sribuddies ciptakan.
Pemikiran kreatif Anda harus didukung oleh dasar pengetahuan dan
kebijaksanaan yang baik mengenai tren dan perkembangan desain. Meskipun
ini bukan kondisi yang mutlak diperlukan untuk mencapai kreativitas,
tetapi dengan latar belakang yang kuat dari lapangan, Anda akan memiliki
gambaran bagaimana mengaplikasikan ide-ide kreatif Anda ke dalam bentuk
nyata.
Ikuti Pelatihan
Pelatihan sangat penting untuk mempelajari bagaimana melakukan
sesuatu dengan benar. Terlepas dari fakta bahwa sribuddies merancang
dengan tangannya sendiri atau dengan menggunakan beberapa perangkat
lunak desain, Anda harus sepenuhnya terlatih dalam mengoperasikan
alat-alat, sehingga tidak mengalami hambatan dalam proses kreatif untuk
menghasilkan desain logo. Sebagai seorang desainer grafis, pelatihan
sangat penting dalam efektif untuk menyelesaikan proyek desain Anda
secara efektif.
Investigasi
Bahkan sebelum sribuddies mulai membayangkan sebuah ide, sribuddies
harus memperoleh informasi yang cukup mengenai client, termasuk bidang
usahanya, jasa yang ditawarkannya, karakter perusahaannya, dan lainnya.
Kesalahan seorang desainer grafis yang terburuk adalah, langsung
melompat ke tahap merancang, karena sebenarnya tahap investigasi ini
sangat penting untuk menghasilkan ide-ide yang faktual dan relevan.
Dalam sebagian besar kasus, Anda akan mendapatkan informasi ini dari
client saat ia menjelaskan desainer yang ia inginkan. Tetapi, jika
client tidak memberikan informasi yang cukup, maka beban jatuh ke pundak
sang desainer sendiri untuk melakukan penyelidikan penuh mengenai
hal-hal yang relevan yang dibutuhkan dalam merancang sebuah desain.
Pencerahan
Setelah pikiran Anda terpenuhi dengan data dan informasi yang cukup
dan yang berkaitan dengan subjek, sekarang saatnya Anda akan menghadapi
fase pencerahan di mana sebuah gagasan kreatif muncul muncul di kepala
Anda, yang dapat Anda manfaatkan untuk melengkapi rancangan desain. Pada
tahap ini, ide itu tidak sepenuhnya menetas dan perlu “dierami” agar
lebih matang. Sebaiknya, Anda mulai mencatat hal-hal kecil dan
potongan-potongan pikiran yang mulai bermunculan, agar kemudian dapat
disatukan menjadi sebuah rancangan yang utuh.
Ideasi
Setelah melalui serangkaian fase yang berat, desainer grafis akhirnya
sampai juga di tahap awal penghasilan ide kreatif. Sebut saja tahap ini
ideasi (Ide kreatif+ Generasi). Di sini, Anda dapat mulai menyaring
potongan-potongan kecil kreativitas yang telah sribuddies peroleh pada
tahap sebelumnya, dan mengubahnya menjadi sebuah ide desain grafis yang
tepat. Proses ini melibatkan kemampuan menganalisa rancangan-rancangan
yang mungkin menarik untuk dikerjakan, dan menghilangkannya satu per
satu, sampai didapat sebuah ide kreatif yang terbaik.
Eksekusi
Tentu saja, proses kreatif tidak selesai sampai di situ. Masih ada
satu tahapan lagi yang sangat krusial dan menentukan hasil akhir dari
seluruh fase yang telah Anda lewati. Apalagi kalau bukan eksekusi.
Salah satu kesalahpahaman umum dalam dunia desain grafis adalah
bahwa, proses kreatif berakhir saat sebuah ide brilian tercetus.
Padahal, tanpa pelaksanaan yang tepat, ide sejenius apapun akan gagal
dan kerja keras sribuddies akan sia-sia. Makanya, fase eksekusi ini
harus dijalankan dengan sangat seksama.
Fase ini melibatkan proses mengubah sketsa ke dalam format digital,
menambahkan warna dan efek, serta menguji hasil akhir apabila
diaplikasikan ke dalam beberapa media. Dan, setelah mendapat persetujuan
akhir dari klien, maka barulah proses desain kreatif dapat dianggap
selesai.
Source : http://achmadyanu.com/?p=50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar