Minggu, 27 Oktober 2013

Komponen Desain yang Mempengaruhi Bisnis Start-Up

Desain dianggap sebagai salah satu faktor yang mampu mempengaruhi bisnis dari setiap sektor yang ada. Setiap bisnis membutuhkan strategi pemasaran dan setiap strategi tersebut  dari memerlukan desain yang mampu menunjang kinerja pemasaran dari perusahaan. Hal ini dikarenakan segala lini bisnis yang ada saat ini menghadapi persaingan yang ketat di tengah pasar yang semakin cerdas. Desain yang dapat menunjuang kinerja perusahaan harus memenuhi prinsip desain yang mendasar.

Unity
Unity atau kesatuan merupakan komponen desain yang mampu mengubah citra sebuah brand. Kesatuan ini akan tercipta jika elemen-elemen pada desain saling terkait dan menciptakan keserasian. Keserasian ini bisa secara visual maupun konseptual dan bisa juga keduanya. Prinsip-prinsip dasar desain seperti halnya contrast, repetition, alignment dan proximity bisa diterapkan untuk mendapatkan keserasian atau kesatuan desain. Unity atau kesatuan merupakan komponen desain yang perlu diperhatikan. Dengan adanya kesatuan dan keseimbangan pada desain maka desain anda dipastikan bisa menaikkan citra brand yang akhirnya akan berpengaruh pada kesuksesan sebuah bisnis. Kuncinya adalah dengan menemukan keseimbangan antara kesatuan dan variasi sehingga secara visual desain bisa menarik.

Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa jerman yang berarti bentuk dan disini gestalt dimaksudkan pada kemampuan pikiran manusia untuk melihat bentuk menjadi satu kesatuan utuh. Saat pertama kali melihat sebuah desain kita akan melihat bentuk secara keseluruhan. Saat orang berkata bahwa desain tersebut bagus maka ini berarti dikarenakan gestalt pada desain telah berhasil. Ini merupakan komponen desain yang berpengaruh pada desain secara keseluruhan. Dengan melakukan kontrol pada masing-masing elemen desain dan bagaimana masing-masing dari elemen tersebut berpengaruh maka hal inilah yang mempengaruhi persepsi kumulatif dari orang yang melihat. Sebuah perubahan kecil dalam sebuah elemen akan berpengaruh pada bagaimana elemen lainnya diartikan oleh orang yang melihat. Persepsi kumulatif ini adalah gelstat. Komponen desain yang satu ini tak boleh diabaikan dalam setiap proses desain

Space
Whitespace atau negative space adalah space diantara elemen-elemen desain.  Hal ini sangat penting bahkan lebih penting dari space yang terisi. Namun sayangnya bagian ini seringkali merupakan komponen desain yang diabaikan dalam desain visual. Tanpa adanya whitespace maka desain anda akan menjadi tak beraturan dan crowded. Jika ini diabaikan maka tidak ada flow antara satu elemen ke elemen lainnya. Seperti halnya musik yang membutuhkan waktu antara satu notasi ke notasi lainnya untuk membangun melodi dan nada maka begitu pula dengan desain visual yang membutuhkan space untuk menghubungkan antar elemen desain. Komponen desain yang satu ini berperan sebagai perekat antar elemen.

Dominasi
Dominasi merupakan komponen desain penting untuk menarik minat viewer. Dengan menciptakan satu elemen untuk mendominasi elemen lainnya pada sebuah desain maka ini akan menciptakan focal point atau pusat perhatian untuk desain anda. Dominasi akan memberikan orang jalan untuk desain anda. Dominasi akan menarik perhatian orang akan desain anda dan menikmatinya lebih lama. Ini penting untuk menciptakan desain yang mampu mengangkat nama sebuah brand yang akhirnya akan berpengaruh pada bisnis anda.

Balance
Balance merupakan komponen desain yang membuat sebuah desain terlihat bagus tanpa harus berlebihan. Tanpa adanya balance maka desain anda akan terlihat too much walaupun sebetulnya bagus. Hal-hal seperti size, color, space dan density mampu menciptakan keseimbangan antara elemen desain yang satu dengan lainnya. Ada empat tipe balance pada desain yaitu simetris, asimetris, radial  dan mosaic. Desain yang memiliki keseimbangan akan lebih menarik perhatian orang ketimbang yang tidak.

Warna
Ini merupakan  komponen desain terpenting. Penggunaan warna yang menarik dan eye catching pada sebuah desain akan membantu orang untuk melihat pesan yang ingin anda sampaikan lewat desain tersebut secara keseluruhan. Warna memberikan petunjuk dan mengaitkan antara elemen desain yang satu dengan yang lain. Skema warna akan mempengaruhi desain anda dan menciptakan sebuah desain yang mampu menarik perhatian orang. Sebelum merancang sebuah desain sebaiknya anda merencanakan terlebih dahulu warna apa yang ingin anda aplikasikan karena jika tidak maka warna pada desain anda akan terkesan sebagai pemanis saja dan bukan menjadi inti dari desain tersebut.

Enam komponen desain tersebut pada dasarnya akan membuat sebuah desain berhasil mencapai tujuannya yaitu menarik minat orang untuk melihat pesan yang ada dalam desain tersebut. Jika pesan tersebut sampai dan mampu diingat orang maka sebuah desain berhasil mencapai misinya dan mempengaruhi sebuah bisnis.
Desain dianggap sebagai salah satu faktor yang mampu mempengaruhi bisnis dari setiap sektor yang ada. Setiap bisnis membutuhkan strategi pemasaran dan setiap strategi tersebut  dari memerlukan desain yang mampu menunjang kinerja pemasaran dari perusahaan. Hal ini dikarenakan segala lini bisnis yang ada saat ini menghadapi persaingan yang ketat di tengah pasar yang semakin cerdas. Desain yang dapat menunjuang kinerja perusahaan harus memenuhi prinsip desain yang mendasar.

Unity
Unity atau kesatuan merupakan komponen desain yang mampu mengubah citra sebuah brand. Kesatuan ini akan tercipta jika elemen-elemen pada desain saling terkait dan menciptakan keserasian. Keserasian ini bisa secara visual maupun konseptual dan bisa juga keduanya. Prinsip-prinsip dasar desain seperti halnya contrast, repetition, alignment dan proximity bisa diterapkan untuk mendapatkan keserasian atau kesatuan desain. Unity atau kesatuan merupakan komponen desain yang perlu diperhatikan. Dengan adanya kesatuan dan keseimbangan pada desain maka desain anda dipastikan bisa menaikkan citra brand yang akhirnya akan berpengaruh pada kesuksesan sebuah bisnis. Kuncinya adalah dengan menemukan keseimbangan antara kesatuan dan variasi sehingga secara visual desain bisa menarik.

Gestalt
Gestalt berasal dari bahasa jerman yang berarti bentuk dan disini gestalt dimaksudkan pada kemampuan pikiran manusia untuk melihat bentuk menjadi satu kesatuan utuh. Saat pertama kali melihat sebuah desain kita akan melihat bentuk secara keseluruhan. Saat orang berkata bahwa desain tersebut bagus maka ini berarti dikarenakan gestalt pada desain telah berhasil. Ini merupakan komponen desain yang berpengaruh pada desain secara keseluruhan. Dengan melakukan kontrol pada masing-masing elemen desain dan bagaimana masing-masing dari elemen tersebut berpengaruh maka hal inilah yang mempengaruhi persepsi kumulatif dari orang yang melihat. Sebuah perubahan kecil dalam sebuah elemen akan berpengaruh pada bagaimana elemen lainnya diartikan oleh orang yang melihat. Persepsi kumulatif ini adalah gelstat. Komponen desain yang satu ini tak boleh diabaikan dalam setiap proses desain

Space
Whitespace atau negative space adalah space diantara elemen-elemen desain.  Hal ini sangat penting bahkan lebih penting dari space yang terisi. Namun sayangnya bagian ini seringkali merupakan komponen desain yang diabaikan dalam desain visual. Tanpa adanya whitespace maka desain anda akan menjadi tak beraturan dan crowded. Jika ini diabaikan maka tidak ada flow antara satu elemen ke elemen lainnya. Seperti halnya musik yang membutuhkan waktu antara satu notasi ke notasi lainnya untuk membangun melodi dan nada maka begitu pula dengan desain visual yang membutuhkan space untuk menghubungkan antar elemen desain. Komponen desain yang satu ini berperan sebagai perekat antar elemen.

Dominasi
Dominasi merupakan komponen desain penting untuk menarik minat viewer. Dengan menciptakan satu elemen untuk mendominasi elemen lainnya pada sebuah desain maka ini akan menciptakan focal point atau pusat perhatian untuk desain anda. Dominasi akan memberikan orang jalan untuk desain anda. Dominasi akan menarik perhatian orang akan desain anda dan menikmatinya lebih lama. Ini penting untuk menciptakan desain yang mampu mengangkat nama sebuah brand yang akhirnya akan berpengaruh pada bisnis anda.

Balance
Balance merupakan komponen desain yang membuat sebuah desain terlihat bagus tanpa harus berlebihan. Tanpa adanya balance maka desain anda akan terlihat too much walaupun sebetulnya bagus. Hal-hal seperti size, color, space dan density mampu menciptakan keseimbangan antara elemen desain yang satu dengan lainnya. Ada empat tipe balance pada desain yaitu simetris, asimetris, radial  dan mosaic. Desain yang memiliki keseimbangan akan lebih menarik perhatian orang ketimbang yang tidak.

Warna
Ini merupakan  komponen desain terpenting. Penggunaan warna yang menarik dan eye catching pada sebuah desain akan membantu orang untuk melihat pesan yang ingin anda sampaikan lewat desain tersebut secara keseluruhan. Warna memberikan petunjuk dan mengaitkan antara elemen desain yang satu dengan yang lain. Skema warna akan mempengaruhi desain anda dan menciptakan sebuah desain yang mampu menarik perhatian orang. Sebelum merancang sebuah desain sebaiknya anda merencanakan terlebih dahulu warna apa yang ingin anda aplikasikan karena jika tidak maka warna pada desain anda akan terkesan sebagai pemanis saja dan bukan menjadi inti dari desain tersebut.

Enam komponen desain tersebut pada dasarnya akan membuat sebuah desain berhasil mencapai tujuannya yaitu menarik minat orang untuk melihat pesan yang ada dalam desain tersebut. Jika pesan tersebut sampai dan mampu diingat orang maka sebuah desain berhasil mencapai misinya dan mempengaruhi sebuah bisnis.

Mengawasi Produktifitas Kreatif Diri Sendiri

Menjadi bos bagi diri kita sendiri bisa berarti juga menjadi pengawas bagi produktifistas diri. Menurut survei tahun 2013 oleh Marketing Services Experian menyebutkan bahwa orang di Amerika rata-rata menghabiskan setiap jam untuk kegiatan online, 16 menit dihabiskan di situs media sosial, sembilan menit dihabiskan di situs hiburan dan lima menit dihabiskan untuk belanja online.
Facebook dan Twitter dianggap hampir selalu lebih menyenangkan daripada bekerja. Konsumsi media digital ibarat cara untuk diet dan lebih berdampak pada meningkatnya obesitas mental karena terlalu banyak mengkonsumsi sejumlah besar informasi setiap harinya. Hal itu berarti bahwa manajer harus mampu mengambil keuntungan dari alat yang tersedia yang dapat membantu berkurangnya produktifitas. Terdapat 5 cara untuk menjadikan seseorang lebih produktif yaitu sebagai berikut:
  1. Penyelamatan Waktu, penting dilakukan agar kita bisa menyusun prioritas waktu untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat maka semakin baik pula produktifitas kita.
  2. Pelacakan Waktu, merupakan proses evaluasi diri atas apa saja yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk mengukur efisiensi diri.
  3. Blokir Gangguan, dilakukan karena gangguan akan terus datang. Arti dari gangguan adalah hal-hal yang menghambat kita untuk menyelesaikan pekerjaan.
  4. Abaikan Hal-Hal yang tidak Berhubungan dengan Pekerjaan, penting dilakukan karena tidak semua hal yang dijumpai itu berhubungan dengan pekerjaan utama dan hal itu bisa menjadi hambatan penyelesaian pekerjaan.
  5. Kontrol Diri, pengendalian diri ini memang sangat harus dilakukan oleh setiap orang agar mampu memiliki pemahaman yang kuat tentang mana saja yang memang harus diselesaikan secara cepat agar tidak membuang waktu.
Source : http://achmadyanu.com/?p=244

Aqua & Teh Sosro, Keberhasilan Perencanaan Pemasaran


Pemasaran memiliki definisi yang jauh lebih luas daripada hanya sebatas definisi penjualan. Seseorang yang hendak mempelajari masalah pemasaran ini harus memahami benar definisi pemasaran sehingga dapat diketahui pula ruang lingkup dan hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran serta mampu menjelaskan topik-topik utama dalam pemasaran. Sebuah bisnis yang berhasil ditentukan oleh seberapa banyak laba yang dapat diraih oleh suatu perusahaan. Laba ini kemudian dicatat dalam laporan keuangan, sehingga indikator perusahaan bisnis yang berhasil dapat dilihat dari laporan keuangan yang memiliki jumlah laba yang besar. Apabila laba yang ada dalam laporan keuangan jumlahnya tidak signifikan atau justru lebih kecil dari biaya dan beban-beban operasional yang harus dikeluarkan oleh perusahaan maka bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut dikatakan tidak berhasil atau disebut rugi.

Keberhasilan perusahaan meraih laba ini ditentukan pada seberapa banyak perusahaan mampu menjual barang atau jasanya kepada konsumen dan hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemasaran dalam suatu proses bisnis merupakan kunci utama yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan yang ingin meraih sukses dan memenangkan persaingan bisnis. Operasi bisnis seperti kegiatan produksi, administrasi, tata kelola keuangan dan sebagainya yang dijalankan oleh suatu perusahaan sesungguhnya akan berjalan sia-sia jika tidak ada permintaan terhadap barang dan jasa yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menghasilkan laba. Prinsip inilah yang menyebabkan pemasaran kemudian disebut oleh banyak ahli memiliki arti penting melebihi fungsi bisnis apapun karena pada dasarnya pemasaranlah yang menghubungkan perusahaan dengan pelanggannya.

Hal itu termasuk bagaimana mengukur jumlah permintaan sekaligus kemungkinan menciptakan permintaan-permintaan baru, menentukan jumlah penawaran yang paling relevan dengan kemampuan perusahaan dan jumlah permintaan yang ada termasuk cara-cara menjalin hubungan dengan para pelanggan serta memberikan nilai lebih dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan pada kehidupan pelanggannya serta memastikan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan.

Kenyataan ini melegitimasi pendapat bahwa seluruh proses bisnis yang berjalan sempurna tidak akan hidup dan berkembang serta bertahan lama jika tidak didukung dengan kemampuan pemasaran yang strategis dan efektif. Menurut Kottler dan Armstrong (2001) inti dari pemasaran dalam proses bisnis adalah penciptaan kepuasaan pelanggan dengan tujuan untuk memperbesar laba perusahaan. Pemasaranlah penentu keberlangsungan hidup suatu perusahaan. Laba yang didapat oleh perusahaan merupakan insentif atau imbal nilai dari investasi yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. Laba juga dapat ditanamkan kembali pada perusahaan untuk digunakan sebagai modal pengembangan bisnis perusahaan.

Aqua dan Teh Botol Sosro pada awalnya dianggap oleh masyarakat sebagai produk yang sangat sepele. Pendapat ini relevan karena air minum dan teh sebenarnya dapat dibuat sendiri oleh masyarakat dan tidak perlu membeli dari suatu perusahaan sehingga bisa menghemat biaya belanja. Aktifitas yang dilakukan Aqua dan Teh Botol Sosro ini pada awalnya juga dianggap tidak memiliki prospek yang baik. Namun Aqua dan Teh Botol Sosro mampu menerapkan suatu sistem pemasaran yang efektif dengan menciptakan nilai lebih bagi pelanggan maka dua perusahaan air minum tersebut mampu meraih kesuksesan bisnis yang sangat besar. Aqua dan Teh Botol Sosro bahkan mampu merubah gaya hidup masyarakat dengan pola-pola kebiasaan yang baru.
Dengan memiliki cita-cita dan visi yang jelas dalam menentukan arah kehidupan, serta kuat dan konsisten terhadap target-target yang ditentukan; akan menggiring kehidupan manusia ke dalam arah perbaikan hidup dalam upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Perbaikan ini bisa terkait dengan pengembangan kompetensi yang diperlukan untuk mencapai target tersebut sekaligus melakukan environmental scanning karena terkait dengan persaingan yang nantinya dihadapi dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Dengan perencanaan yang matang, manusia mampu mengetahui arah kehidupannya di masa depan.

Perubahan Sama Pentingnya dengan Penerapan Perubahan itu Sendiri


Tidak peduli betapa pentingnya perubahan dalam salah satu kebijakan sebuah perusahaan, bagaimana menerapkan proses baru sangat penting agar dapat diterima oleh karyawan. Sangat penting agar karyawan tidak merasa sesuatu yang sedang dilakukan kepada mereka bahwa mereka sama sekali tidak memiliki pilihan tentang menjalani sebuah perubahan. Bagaimana membuat pengumuman dan jadwal perubahan memiliki banyak hubungannya dengan bagaimana hal itu akan diterima dan dijalankan oleh karyawan. Perlu diketahui juga, bahwa orang-orang cenderung tidak nyaman dengan perubahan, bahkan ketika itu mungkin untuk keuntungan mereka sendiri. Perusahaan mungkin ingin menerapkan kebijakan baru dengan cara yang akan membuat perubahan semudah mungkin.

Membuat perubahan yang tidak diinginkan dapat mengakibatkan komitmen yang rendah di antara karyawan, penurunan produktivitas dan bahkan omset yang tidak perlu. Kunci utama adalah komunikasi dan waktu. Berkomunikasi dengan setiap karyawan yang terkena dampak sehingga mereka dapat memahami apa yang dilakukan, mengapa melakukannya, dan apa dampaknya pada diri mereka secara pribadi dan perusahaan secara keseluruhan.

Kemudian, ketika kebijakan baru diterapkan, memungkinkan cukup waktu bagi orang-orang untuk membiasakan diri pada apa pun yang akan berbeda Selama masa transisi, mendorong karyawan untuk memberikan umpan balik dan waspada terhadap tanda-tanda masalah seperti setiap pergeseran sikap, mungkin meningkat dalam ketidakhadiran atau sinyal lain bahwa karyawan tidak puas. Tentu saja akan lebih mudah untuk membuat keputusan sendiri dan mengumumkannya tanpa diskusi. Tetapi pendekatan yang lebih cenderung menghasilkan karyawan yang tidak puas dan merasa seperti bukan bagian dari tim. Masukan dari karyawan membantu menciptakan kuat, kebijakan yang lebih efektif.

Komunikasi untuk Menghasilkan Karya-Karya Terbaik


Memunculkan karya terbaik dari karyawan merupakan tanda dari seorang pemimpin yang efektif. Namun secara efektif mengkomunikasikan apa sebenarnya yang diharapkan seorang pemimpin kepada karyaman bisa menjadi sulit. Gambaran yang tidak jelas dari harapan pemimpin menyebabkan proses yang tidak efisien dan kinerja di bawah standar. Karyawan bisa menjadi frustasi karena pekerjaan mereka dianggap tidak dihargai yang pada akhirnya membuat perusahaan tidak memiliki kinerja yang memuaskan. Terdapat beberapa cara untuk mengkomunikasikan secara jelas dan efektif dari harapan pemimpin kepada karyawan, yaitu sebagai berikut:
  1. Memperkuat target-target perusahaan. Seperti percakapan apa pun, pemimpin harus menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung ketika mengkomunikasikan target-target tersebut. Kunci komunikasi yang efektif adalah kesederhanaan dan pengulangan pesan. Mendengar harapan itu sebanyak satu kali tidak akan membuat karyawan meresapi komunikasi.
  2. Jelaskan siapa, apa dan bagaimana. Untuk mengkomunikasikan ekspektasi yang jelas dalam lingkungan yang terus berubah, pastikan bahwa karyawan selalu tahu apa yang ingin dicapai perusahaan, bagaimana rencana untuk sampai ke sana, dan siapa yang akan melakukan apa untuk mencapai hasil tersebut. Kebanyakan kegagalan dapat dikaitkan dengan kesenjangan dalam kejelasan tentang salah satu dari tiga komponen tersebut.
  3. Perhatikan lingkungan kerja yang berkomunikasi dengan karyawan. Agar karyawan dapat memenuhi harapan, lingkungan kerja harus mendukung perilaku yang diharapkan. Setiap unsur budaya harus dapat memperkuat perilaku yang diharapkan untuk karyawan. Jika ekspektasi berlawanan dengan lingkungan, karyawan tidak akan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan.
  4. Ekspektasi yang efektif didukung oleh sistem penghargaan, serta struktur dan proses perusahaan. Misalnya, jika perusahaan mengharapkan karyawan untuk mengambil risiko, maka perusahaan perlu untuk memberikan penghargaan dan membentuk alur kerja yang memungkinkan untuk terjadinya kegagalan dari berbagai eksperimen yang dilakukan karyawan.
  5. Memahami kepentingan pribadi dalam diri karyawan. Karyawan pada dasarnnya datang ke tempat kerja dengan keinginan dan kebutuhan mereka sendiri, sehingga untuk mengenal setiap orang secara individual membantu perusahaan memastikan bahwa mereka memahami harapan perusahaan dan merasa termotivasi untuk bertemu dengan mereka. Dengan benar-benar memahami apa yang membuat mereka tergerak, apa yang memberi mereka energi dan tantangan apa yang mereka hadapi, seorang pemimpin dapat lebih efektif mendorong kinerja dan terjadinya perubahan perilaku. Luangkan waktu untuk membangun hubungan emosional dengan setiap karyawan yang dikelola. Tanyakan apa yang mereka perjuangkan, apa yang dituju dari menjalankan pekerjaan mereka dan apa yang mereka bergairah tentang pekerjaan yang dilakukan. Mengetahui apa yang memotivasi mereka akan membantu perusahaan membingkai harapan perusahaan dengan cara yang sesuai dengan tujuan karir mereka.
Kebutuhan yang tidak terpenuhi merupakan dasar utama bagi seseorang yang melakukan aktivitas pekerjaannya. Kebutuhan itu sendiri dipandang sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Kebutuhan yang tidak terpenuhi menyebabkan orang mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan itu. Rasa tidak senang dan ketegangan muncul ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi. Oleh karena itu seseorang akan memilih suatu tindakan tertentu untuk mengurangi ketegangan dan tekanan-tekanan, sehingga timbul perilaku yang mengarah pada pencapaian tujuan.

Source : http://achmadyanu.com/?p=250

Membebaskan Tim Kreatif untuk Bersenang-Senang Sejenak


Perusahaan yang mampu bertahan dalam persaingan pasar yang ketat selain harus memiliki kualitas produk yang bagus, juga harus mempunyai tim kerja yang solid. Untuk menemukan kembali genius kreatif, terdapat sejumlah cara untuk mematahkan pola-pola yang tidak produktif dan menciptakan lingkungan yang tidak hanya menyehatkan namun juga mampu mempercepat terciptanya kreatifitas. Terdapat tiga metode non-tradisional yang dapat direkomendasikan sebagai berikut:

Bermain dengan tanah liat.
Permainan ini mungkin terdengar aneh bagi orang dewasa dan mungkin terdapat beberapa ketidaknyamanan bahkan penolakan ketika kegiatan ini dilakukan. Fungsi dari permainan ini sebenarnya adalah lebih bersifat ice breaking untuk memecah penat dalam pekerjaan kantor.

Rencanakan idle time.
Rencanakan sebagian waktu dalam seminggu untuk benar-benar terbebas dari rutinitas yang ada. Pergi untuk berjalan-jalan. Duduk dan berpikir. Menikmati waktu tenang. Dengan memberikan waktu agar otak beristirahat dari serangan rutinitas dan terlibat dalam kegiatan yang menenangkan dan inspiratif, sehingga pada akhirnya bisa kembali kerja dengan pikiran yang tenang.

Berkarya seni
Membuat seni adalah cara yang efektif untuk membuka jalur kreatif. Seperti berbagai produk inovatif yang laris di pasaran tercipta dari coretan-coretan desainer dengan pemikiran yang sangat leluasa untuk mendapatkan ide segar.

Source : http://achmadyanu.com/?p=246

Tahap Penting Pengembangan Ide


Kebanyakan klien menganggap desainer grafis adalah seorang penyihir yang bisa memunculkan ide-ide kreatif secara seketika, hanya dengan mengayunkan tongkat ajaib – atau dalam hal ini menggerakkan mouse dan memencet tombol-tombol kombinasi di keyboard. Padahal, sebagai seorang desainer grafis, kita tahu bahwa, kenyataannya justru sebaliknya.
Menciptakan sebuah ide desain yang orisinil sama sekali bukan sihir yang bisa terjadi dalam hitungan detik. Proses ini mencakup seluruh prosedur menuangkan ide kreatif yang bersumber dari otak desainer ke dalam hasil karya akhirnya.

Nah, hal paling sulit bagi seorang desainer grafis adalah menjelaskan proses kreatifnya di hadapan klien atau manajer proyek, sehingga mereka bisa memahami betapa sulit dan menantangnya profesi sebagai seorang desainer grafis. Tapi, tenang saja. Kali ini, saya akan membantu menyampaikan apa yang sribuddies mungkin tak bisa sampaikan kepada klien. Ya, inilah enam tahap penting dalam mengembangkan ide kreatif yang pastinya pernah dilalui oleh Anda, dan semua desainer grafik lainnya.

Belajar
Pembentukan ide desain dimulai dengan pembelajaran dan pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar desain yang ingin sribuddies ciptakan. Pemikiran kreatif Anda harus didukung oleh dasar pengetahuan dan kebijaksanaan yang baik mengenai tren dan perkembangan desain. Meskipun ini bukan kondisi yang mutlak diperlukan untuk mencapai kreativitas, tetapi dengan latar belakang yang kuat dari lapangan, Anda akan memiliki gambaran bagaimana mengaplikasikan ide-ide kreatif Anda ke dalam bentuk nyata.

Ikuti Pelatihan
Pelatihan sangat penting untuk mempelajari bagaimana melakukan sesuatu dengan benar. Terlepas dari fakta bahwa sribuddies merancang dengan tangannya sendiri atau dengan menggunakan beberapa perangkat lunak desain, Anda harus sepenuhnya terlatih dalam mengoperasikan alat-alat, sehingga tidak mengalami hambatan dalam proses kreatif untuk menghasilkan desain logo. Sebagai seorang desainer grafis, pelatihan sangat penting dalam efektif untuk menyelesaikan proyek desain Anda secara efektif.

Investigasi
Bahkan sebelum sribuddies mulai membayangkan sebuah ide, sribuddies harus memperoleh informasi yang cukup mengenai client, termasuk bidang usahanya, jasa yang ditawarkannya, karakter perusahaannya, dan lainnya. Kesalahan seorang desainer grafis yang terburuk adalah, langsung melompat ke tahap merancang, karena sebenarnya tahap investigasi ini sangat penting untuk menghasilkan ide-ide yang faktual dan relevan. Dalam sebagian besar kasus, Anda akan mendapatkan informasi ini dari client saat ia menjelaskan desainer yang ia inginkan. Tetapi, jika client tidak memberikan informasi yang cukup, maka beban jatuh ke pundak sang desainer sendiri untuk melakukan penyelidikan penuh mengenai hal-hal yang relevan yang dibutuhkan dalam merancang sebuah desain.

Pencerahan
Setelah pikiran Anda terpenuhi dengan data dan informasi yang cukup dan yang berkaitan dengan subjek, sekarang saatnya Anda akan menghadapi fase pencerahan di mana sebuah gagasan kreatif muncul muncul di kepala Anda, yang dapat Anda manfaatkan untuk melengkapi rancangan desain. Pada tahap ini, ide itu tidak sepenuhnya menetas dan perlu “dierami” agar lebih matang. Sebaiknya, Anda mulai mencatat hal-hal kecil dan potongan-potongan pikiran yang mulai bermunculan, agar kemudian dapat disatukan menjadi sebuah rancangan yang utuh.

Ideasi
Setelah melalui serangkaian fase yang berat, desainer grafis akhirnya sampai juga di tahap awal penghasilan ide kreatif. Sebut saja tahap ini ideasi (Ide kreatif+ Generasi). Di sini, Anda dapat mulai menyaring potongan-potongan kecil kreativitas yang telah sribuddies peroleh pada tahap sebelumnya, dan mengubahnya menjadi sebuah ide desain grafis yang tepat. Proses ini melibatkan kemampuan menganalisa rancangan-rancangan yang mungkin menarik untuk dikerjakan, dan menghilangkannya satu per satu, sampai didapat sebuah ide kreatif yang terbaik.

Eksekusi
Tentu saja, proses kreatif tidak selesai sampai di situ. Masih ada satu tahapan lagi yang sangat krusial dan menentukan hasil akhir dari seluruh fase yang telah Anda lewati. Apalagi kalau bukan eksekusi.
Salah satu kesalahpahaman umum dalam dunia desain grafis adalah bahwa, proses kreatif berakhir saat sebuah ide brilian tercetus. Padahal, tanpa pelaksanaan yang tepat, ide sejenius apapun akan gagal dan kerja keras sribuddies akan sia-sia. Makanya, fase eksekusi ini harus dijalankan dengan sangat seksama.
Fase ini melibatkan proses mengubah sketsa ke dalam format digital, menambahkan warna dan efek, serta menguji hasil akhir apabila diaplikasikan ke dalam beberapa media. Dan, setelah mendapat persetujuan akhir dari klien, maka barulah proses desain kreatif dapat dianggap selesai.

Source : http://achmadyanu.com/?p=50

Koordinasi yang Efektif

Koordinasi dan hubungan kerja merupakan faktor dominan di dalam kehidupan organisasi. Oleh sebab itu koordinasi dan hubungan kerja harus secara terus menerus selalu ditingkatkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara optimal. Sebagaimana diketahui bahwa setiap individu-individu dan organisasi memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuannya orang-orang atau bagian-bagian yang tergabung di dalam organisasi dan pihak -pihak yang terkait dengan pencapaian tujuan, melakukan koordinasi dan hubungan kerja. Dalam era globalisasi dimana kepentingan individu dan juga organisasi semakin kompleks, sehingga tidak satupun unit kerja atau organisasi yang dapat mencapai tujuan tanpa melakukan koordinasi dan hubungan kerja dengan unit kerja yang lain.

Kegiatan koordinasi dan hubungan kerja dalam organisasi merupakan bagian integral. Manusia sebagai salah satu sumber daya organisasi, sering ditunjuk sebagai faktor utama jika terjadi suatu kegagalan dalam pencapaian tujuan organisasi. Begitu banyak alasan yang bisa dipakai justifikasi terhadap upaya peningkatan peran sumber daya manusia dalam organisasi seperti mengubah manusia, walaupun hal tersebut tidak semudah mengubah tata ruangan kantor, karena manusia mempunyai keinginan-keinginan sebagaimana mahluk hidup yang punya kewajaran.

Kegiatan koordinsi dan hubungan kerja dalam organisasi merupakan bagian integral dan komperehensif dalam mencapai tujuan organisasi. Hubungan kerja antara bagian atau antara orang-orang yang tergabung dalam organisasi menjadi hal yang sangat penting. Agar koordinasi dan hubungan kerja dapaat dilaksanakansecara optimal dan memperhatikan aspirasi dari bawah. Dan dapat menciptakan bentuk yang memadai dengan memperhatikan indikatornya. Pada prinsipnya koordinasi harus didukung semua pihak baik atasan maupun bawahan. Koordinasi juga harus dimulai sejak perumusan awal sampai tujuan organisasi dapat tercapai.

Source : http://achmadyanu.com/?p=255